Berbicara tentang elektronika tidak bakal lepas dengan kode. Iya, kode-kode selalu melekat pada setiap komponen elektronika. Kode tersebut pastinya tidak hanya sekedar ditulis tanpa ada maksud dan tujuan.

Pada artikel kali ini saya akan membagikan pengetahuan tentang kode warna gelang yang terdapat pada resistor dan bagaimana cara membacanya.

Kode warna resistor yang ada saat ini sudah dikembangkan sejak tahun 1957 oleh Eropa dan Amerika yang pada akhirnya aturan mengenai resistor ini ditetapkan menurut standar EIA-RS-279. EIA ini adalah singkatan dari Electronic Industries Alliance, sebuah organisasi yang didirikan oleh RMA (Radio Manufacturers Association).

Di Indonesia, biasanya resistor dengan jenis film karbon memiliki 4 warna dan memiliki toleransi kisaran 10%, sedangkan resistor untuk jenis film metal memiliki 5 warna dan memiliki toleransi antara 1% hingga 5%.

Berikut tabel referensi warna pada gelang/pita resistor:

Tabel Warna Gelang/Pita Resistor

Cara Membaca Resistor 3 Gelang/Pita

Resistor dengan 3 gelang, artinya resistor tersebut tidak diberikan kode toleransi. Bukan berarti tidak memiliki toleransi, tetapi secara default resistor tersebut dinyatakan memiliki toleransi 20%. Artinya akurasinya lebih rendah daripada resistor yang diberi tanda toleransi, misalnya emas 5% atau perak 10%.

Ilustrasi Resistor 3 Gelang
Ilustrasi Resistor 3 Gelang
Gelang Pertama : (Warna) Merah  = (Nilai)     2 
Gelang Kedua   : (Warna) Jingga = (Nilai)     3
Gelang Ketiga  : (Warna) Hijau  = (Pengganda) x100.000
Toleransi      : 20%

Jadi, Nilai Resistor tersebut 23 x 100.000 
= 2.300.000 Ω dengan toleransi 20%

Resistor dengan 3 gelang untuk saat ini jarang sekali atau bahkan tidak kita temui di pasaran.

Cara Membaca Resistor 4 Gelang/Pita

Resistor dengan 4 gelang adalah jenis resistor yang paling banyak digunakan dan paling sering kita temui di pasaran. Cara membaca resistor 4 gelang warna sangat mudah, dengan memperhatikan tabel kode warna gelang di atas.

Ilustrasi Resistor 4 Gelang
Ilustrasi Resistor 4 Gelang
Gelang Pertama : (Warna) Merah  = (Nilai)     2 
Gelang Kedua   : (Warna) Jingga = (Nilai)     3
Gelang Ketiga  : (Warna) Hijau  = (Pengganda) x100.000
Gelang Keempat : (Warna) Emas   = (Toleransi) 5%

Jadi, Nilai Resistor tersebut 23 x 100.000 
= 2.300.000 Ω dengan toleransi 5%

Tabel Referensi untuk Resistor 3 Gelang dan 4 Gelang Warna di lihat dari 3 Gelang Awal:

Cara Membaca Resistor 5 Gelang/Pita

Cara membaca nilai resistor 5 gelang tidak jauh berbeda dengan resistor 4 warna. Resistor dengan gelang 5 warna biasanya memiliki nilai resistansi yang lebih spesifik dan memiliki nilai toleransi yang lebih kecil seperti pada resistor jenis film metal yang rata-rata menggunakan gelang 5 warna.

Ilustrasi Resistor 5 Gelang
Ilustrasi Resistor 5 Gelang
Gelang Pertama : (Warna) Merah  = (Nilai)     2 
Gelang Kedua   : (Warna) Jingga = (Nilai)     3
Gelang Ketiga  : (Warna) Kuning = (Pengganda) 4
Gelang Keempat : (Warna) Hijau  = (Pengganda) x100.000
Gelang Kelima  : (Warna) Emas   = (Toleransi) 5%

Jadi, Nilai Resistor tersebut 234 x 100.000 
= 23.400.000 Ω dengan toleransi 5%

Cara Membaca Resistor 6 Gelang/Pita

Cara membaca nilai resistor 6 gelang warna sebenarnya hampir sama dengan cara membaca nilai resistor 5 gelang warna, hanya saja ada penambahan satu gelang warna lagi, yakni gelang keenam yang menunjukan koefisien suhu dari resistor tersebut.

Ilustrasi Resistor 6 Gelang
Ilustrasi Resistor 6 Gelang
Gelang Pertama : (Warna) Merah   = (Nilai)     2 
Gelang Kedua   : (Warna) Jingga  = (Nilai)     3
Gelang Ketiga  : (Warna) Kuning  = (Pengganda) 4
Gelang Keempat : (Warna) Hijau   = (Pengganda) x100.000
Gelang Kelima  : (Warna) Emas    = (Toleransi) 5%
Gelang Keenam  : (Warna) Abu-abu = (Koef. Suhu) 1 ppm/°K

Jadi, Nilai Resistor tersebut 234 x 100.000 
= 23.400.000 Ω dengan toleransi 5% 
dengan koefisien suhu sebesar 1 ppm/°K

Toleransi Resistor

Toleransi menunjukkan keakuratan sebuah resistor, artinya seberapa besar nilai aktualnya yang berbeda dari nilai teoritisnya. Semakin kecil nilai % maka semakin akurat/presisi dari nilai sebuah resistor tersebut. Kode toleransi berwarna hijau, biru, ungu, abu-abu, hitam dan coklat adalah sangat tinggi presisinya (lihat tabel diatas).

Sebagai contoh sebuah resistor 47Ω toleransi 10%, maka nilai aktual dari resistor tersebut diantara minimumnya 47Ω – (47Ω x 10%) = 42,3Ω dan maksimumnya 47Ω + (47Ω x 10%) = 51,7Ω.

Semoga Bermanfaat …